Durian Merah Songgon adalah salah satu jenis Durian Merah dari Kabupaten Banyuwangi. Variant Durian Merah Songgon ini ada beberapa jenis, pada masing-masing jenis memiliki kelebihan dan perbedaan dalam segi warna, rasa dan ketebalan daging buah.
Jumat, 17 Februari 2017
Varian Baru Durian Merah Songgon
Durian Merah Songgon adalah salah satu jenis Durian Merah dari Kabupaten Banyuwangi. Variant Durian Merah Songgon ini ada beberapa jenis, pada masing-masing jenis memiliki kelebihan dan perbedaan dalam segi warna, rasa dan ketebalan daging buah.
"Durian Merah Songgon" Primadona Indonesia
Songgon adalah salah satu Kecamatan di Banyuwangi yang menjadi Sentra Tanaman Buah-buahan, terutama Buah Durian. Lokasi tepatnya di Desa Songgon, pohon buah durian di desa Songgon ada berbagai jenisnya. Untuk rasa dan kelegitan buah, Songgon tetap menjadi Primadona penikmat buah durian. Setiap musim panen durian tiba, banyak wisatawan lokal maupun mancanegara berdatangan untuk menikmati durian asli Songgon, bahkan tidak sedikit yang sampai memesan sebelumnya untuk menikmati buahnya, karena terlalu banyaknya yang datang sehingga mereka rela untuk menantinya.
Di Desa Songgon juga terdapat salah satu wilayah kebun masyarakat yang dominan tanaman durian hingga diberi nama "Kampung Wisata Durian Songgon". Setiap kebun di wilayah tersebut terdapat berbagai jenis durian, tetapi yang dalam dekade ini menjadi Primadona adalah Jenis Durian berdaging Merah Merona. Memiliki kelebihan warna yang menarik dan rasa yang legit menjadi daya tarik bagi para penikmat durian yang datang. Bahkan kualitasnya pun diakui semua penikmat durian dari berbagai kota di Indonesia, mereka rela mengeluarkan uang lebih dan memesan jauh-jauh hari sebelum mereka datang ke Songgon.
Warna daging yang merah menyala memberi kesan nikmat dan terbukti ketika mereka mencicipinya, rasa legit dan aroma wangi buah Durian Merah Songgon diacungi jempol oleh penikmat buah durian. Saat ini banyak wisatawan yang mulai berdatangan untuk membuktikannya, tetapi karena pohon buah Durian Merah Songgon ini memang tidak sebanyak durian pada umumnya yang menjadi kelangkaan buahnya.
Saat ini di Wilayah Desa Songgon banyak masyarakat yang bekerjasama untuk mencukupi kebutuhan pasar dengan membudidaya dengan cara vegetatif maupun generatif, sehingga bisa terwujud harapan masyarakat untuk menanam di kebun yang ada di Songgon.
Kamis, 24 Maret 2016
Bibit Durian Unggul lokal Merah Banyuwangi
Selasa, 23 Juni 2015
Variant Bibit Durian Merah Banyuwangi
![]() |
| Bibit Durian Merah Banyuwangi Si Topeng |
![]() |
| Bibit Durian Merah Banyuwangi PB/0415/006 |
Senin, 18 Mei 2015
Bibit Durian Merah Songgon
Durian adalah salah satu produk buah unggulan di Banyuwangi, salah satu wilayah yang mempunyai daya tarik buah durian yang khas yaitu Kecamatan Songgon. Di kecamatan Songgon ini hampir sebagian besar kebun milik warga maupun perkebunan swasta terdapat pohon durian. Setiap musim panen buah durian, banyak wisatawan datang untuk mencicipi buah durian dan juga menikmati suasana kebun durian. Nilai lebih di daerah Songgon ini, pohon durian lokal dijaga oleh pemilik untuk menunggu jatuhnya buah durian yang sudah masak, sehingga dalam segi rasa tetap legit karena benar-benar matang di Pohon. Saat ini durian lokal yang menjadi primadona penikmat durian adalah jenis warna daging Merah Songgon. Jenis ini adalah salah satu tanaman endemik dari Songgon, Banyuwangi. Banyak wisatawan lokal dan mancanegara datang ke Songgon untuk menikmati durian lokal Merah Songgon ini. Tak jarang wisatawan yang datang tidak bisa menikmati durian jenis ini dikarenakan jumlah pohon induk jenis ini hanya terbatas beberapa pohon saja. Dengan melihat faktor tersebut kami salah satu Persemaian yang berasal dari Songgon mempunyai keinginan untuk menjaga kesinambungan kebutuhan tanaman Durian Merah Songgon ini. Teknik perbanyakan persemaian kami adalah dengan cara okulasi yang memiliki kelebihan masa berbuah yang lebih cepat dibandingkan perbanyakan dari biji. Saat ini kami terus dan selalu mengembangkan produksi Bibit Durian Merah Songgon demi tercapainya harapan kami untuk tetap melestarikan Tanaman Endemik dari Kabupaten Banyuwangi.
Selasa, 12 Mei 2015
Durian Merah Songgon
Di Kabupaten Banyuwangi, terdapat salah satu wilayah yang mempunyai daya tarik wisata kuliner buah durian, karena memiliki rasa dan tekstur durian yang khas, tepatnya di Kecamatan Songgon.
Hampir setiap tahun ketika musim panen durian di Songgon, banyak wisatawan datang untuk menikmati Buah Durian Songgon dan berkeliling ke Kebun Buah Durian.
Jenis durian lokal songgon ini terdiri dari berbagai varietas, mulai dari warna dan rasa serta ketebalan daging buahnya beraneka ragam. Tetapi yang sampai sekarang tetap menjadi khas dan nilai lebih dari durian lokal songgon adalah rasa yang legit.
Salah satu jenis yang saat ini jadi primadona pecinta durian adalah Durian Merah lokal asli Banyuwangi. Dari berbagai varian Durian Merah yang ada, terdapat juga di Songgon. Nilai lebih dari durian merah songgon ini adalah dari segi rasa yang khas dibandingkan dengan varietas merah yang ada di indonesia.
Senin, 17 Februari 2014
Durian Tanpa Sekat
Minggu, 16 Februari 2014
Bibit Sengon Laut
- Tanaman Sengon dapat tumbuh baik pada tanah regosol, aluvial, dan latosol yang bertekstur lempung berpasir atau lempung berdebu dengan kemasaman tanah sekitar pH 6-7.2.
- Ketinggian tempat yang optimal untuk tanaman sengon antara 0 – 800 m dpl. Walaupun demikian tanaman sengon laut ini masih dapat tumbuh sampai ketinggian 1500 m di atas permukaan laut. Sengon termasuk jenis tanaman tropis, sehingga untuk tumbuhnya memerlukan suhu sekitar 18 ° – 27 °C
- Curah hujan mempunyai beberapa fungsi untuk tanaman, diantaranya sebagai pelarut zat nutrisi, pembentuk gula dan pati, sarana transpor hara dalam tanaman, pertumbuhan sel dan pembentukan enzim, dan menjaga stabilitas suhu. Tanaman sengon membutuhkan batas curah hujan minimum yang sesuai, yaitu 15 hari hujan dalam 4 bulan terkering, namun juga tidak terlalu basah, dan memiliki curah hujan tahunan yang berkisar antara 2000 – 4000 mm. Kelembaban juga mempengaruhi pada tanaman sengon laut. Reaksi setiap tanaman terhadap kelembaban tergantung pada jenis tanaman itu sendiri. Tanaman sengon laut membutuhkan kelembaban sekitar 50%-75%.
- Daun Sengon, sebagaimana famili Mimosaceae lainnya merupakan pakan ternak yang sangat baik dan mengandung protein tinggi. Jenis ternak seperti sapi, kerbau, dan kambing sangat menyukai daun sengon tersebut.
- Sistem perakaran sengon banyak mengandung nodul akar sebagai hasil simbiosis dengan bakteri Rhizobium. Hal ini menguntungkan bagi akar dan sekitarnya. Keberadaan nodul akar dapat membantu porositas tanah dan openyediaan unsur nitrogen dalam tanah. Dengan demikian pohon sengon laut dapat membuat tanah disekitarnya menjadi lebih subur. Selanjutnya tanah ini dapat ditanami dengan tanaman palawija sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani.
- Bagian yang memberikan manfaat yang paling besar dari pohon sengon adalah batang kayunya. Dengan harga yang cukup menggiurkan saat ini sengon banyak diusahakan untuk berbagai keperluan dalam bentuk kayu olahan berupa papan papan dengan ukuran tertentu sebagai bahan baku pembuat peti, papan penyekat, pengecoran semen dalam kontruksi, industri korek api, pensil, papan partikel, bahan baku industri pulp kertas dll.
- Pembuatan dan pemasangan ajir tanam : Ajir dapat dibuat dari bahan bambu atau kayu dengan ukuran, panjang 0,5 – 1 m, lebar 1 – 1,5 cm. Pemasangangan ajir dimaksudkan untuk memberikan tanda dimana bibit harus ditanam, dengan demikian pemasangan ajir tersebut harus sesuai dengan jarak tanam yang digunakan.
- Pembuatan lobang tanam. Lobang tanam dibuat dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm tepat pada ajir yang sudah terpasang.
- Pengangkutan bibit, ada dua macam pengangkutan bibit yaitu pengankuatan bibit dari lokasi persemaian ketempat penampungan bibit sementara di lapangan (lokasi penanaman), dan pengangkutan bibit dari tempat penampungan sementara ke tempat penanaman.
Penanaman bibit, pelaksanaan kegiatan penanaman harus dilakukan secara hati – hati agar bibit tidak rusak dan penempatan bibit pada lobang tanam harus tepat ditengah-tengah serta akar bibit tidak terlipat, hal ini akan berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit selanjutnya.
























.jpg)
.jpg)


